Tuesday, February 17, 2015

Spiral 2. Smartphone Pertama Hasil Project Ara

spiral-2


Beberapa waktu lalu, Iptekini sempat membahas mengenai phoneblock / modular phone yang dikembangkan oleh Motorola dan Google. Penggarapan dari phoneblock tersebut dinamakan dengan "Project Ara". Tak terasa, ternyata ponsel kotak-kotak ini akan segera rilis. Pada acara Project Ara Developers Conference yang berlangsung di Mountain View yang berlangsung belum lama ini, Google telah mengumumkan Spiral 2. Ponsel tersebut akan menjadi versi komersial pertama ponsel rakitan Google.

Spesifikasi awal dari Spiral 2 ini bisa dibilang spesifikasi smartphone kelas menengah, yaitu menggunakan prosesor Marvell PXA1928 dan NVIDIA Tegra K1, dengan layar berresolusi 720 x 1280, serta kamera 5MP. Meskipun merupakan Phoneblock / Modular Phone yang berarti komponen / modulnya bisa diganti-ganti, namun prosesor dari Spiral 2 ini tetap tidak bisa diganti. Dan juga layarnya walaupun bisa diganti, tetap harus menyesuaikan dengan layar yang didukung oleh ponsel tersebut. Sekarang ini, perangkat unik tersebut sudah memiliki 11 komponen / modul untuk pendukungnya, di akhir tahun mungkin Google akan menambahnya hingga mencapai 30. Dan juga akan ada modul yang menawarkan peningkatan kamera dan satu lagi untuk menampilkan konektivitas 4G LTE. Berikut ini adalah video yang menunjukkan kemudahan apabila mennggunakan ponsel modular.



Rencananya Google akan merilis ponsel modular ini ke pasaran pada kuartal II tahun ini. Namun karena ponsel ini saat ini masih merupakan prototype, Google masih enggan menyebutkan berapa harga yang harus dibayar oleh calon pembeli untuk membelinya. Gambar

Sumber: Iptekini

Mencegah Kebakaran di Rumah

Mencegah Kebakaran di Rumah


Akhir-akhir ini kita sering melihat berita kebakaran di televisi, kebanyakan kebakaran terjadi karena konsleting listrik dan akibat keerobohan manusia. Bahkan selama Ramadhan tahun ini, setidaknya terjadi 19 peristiwa kebakaran di wilayah Jakarta Barat dengan kerugian mencapai sekitar Rp 3,7 miliar. Kerugian tersebut belum termasuk korban jiwa sebanyak dua orang warga. Tanpa ada tindakan preventif, angka ini bukan tak mungkin dapat terus bertambah.

Sepertinya sudah saatnya kita peduli akan keamanan rumah kita terhadap kebakaran, karena kita tidak akan pernah tau kapan musibah akan datang, banyak sekali cara untuk mencegah terjadinya kebakaran, apalagi pada jam yang serba modern ini kita dapat memanfaatkan teknologi yang canggih untuk mengatasi / mencegah terjadinya kebakaran, salah satu cara mencegah kebakaran adalah dengan menempatkan sistem deteksi dan pemadam kebakaran. Meskipun memiliki rumah yang tidak terlalu besar Anda belum tentu cukup waktu dan akses untuk menyelamatkan diri Anda jika terjadi kebakaran. Memiliki sistem pemadam kebakaran di rumah dapat mengontrol kobaran api atau bahkan mematikannya. Pertama, Anda dapat membuat sistem pemadam yang berintegrasi dengan detektor asap, Kedua water sprinkle,  Anda bisa menempatkan pemadam kebakaran di beberapa titik di rumah Anda. Alternatif pertama lebih disarankan untuk Anda. Alasannya, detektor asap akan membangunkan Anda, jika ada asap dari dalam rumah. Dengan begitu, Anda memiliki waktu lebih untuk menyelamatkan diri ketika kebakaran terjadi. Anda disarankan untuk memasangkan detektor asap di atap lorong rumah Anda di luar kamar tidur. Selain itu, tempatkan juga detektor asap di setiap kamar. Prioritas paling utama adalah menempatkan detektor asap di dapur. Triknya, Anda dapat menempatkan detektor sedikit di luar dapur agar tidak terjadi "alarm palsu" karena Anda tengah memasak.

Mencegah Kebakaran di Rumah


Alasan kedua, water sprinkle akan secara otomatis menyemprotkan air dalam rumah Anda, yaitu ketika suhu ruangan mencapai 57-79 derajat celcius. Anda tidak perlu kesulitan mencoba mengoperasikan alat pemadam. Jangan lupa menaruh alat-alat pemadam ini di setiap ruangan, terutama di dapur. Pastikan alat pemadam milik Anda ini tidak macet dan mudah diraih dalam situasi darurat. Selain itu, hubungilah pemadam kebakaran di nomor 113 atau 1131. Tindakan ini dimaksudkan untuk mencegah menyebarkan api ke wilayah lain dan menjadi lebih besar serta lebih berbahaya.

Sumber: Iptekini